Postingan

Menuntut Ilmu

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, “Lapangkanlah tempat di dalam majlis”, maka hendaklah kamu melapangkan tempat, Allah akan melapangkan bagimu; dan apabila dikatakan, “Berdirilah”, maka hendaklah kamu berdiri, Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Mahawaspada tentang apa yang kamu kerjakan. (Al Mujadilah [58]: 12)

إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Asy Syu'araa [26]: 221)

عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Dia mengajar manusia apa pun yang tidak ia ketahui. (Al-'Alaq [96]: 6)

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا …

Mi'raj dan Isra

(1) Mi'raj Nabi Muhammad saw
(1.a) Ayat Alquran mengenai Mi'raj
Allah Ta'ala berfirman:

وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ ـ ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ ـ فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ ـ فَأَوْحَىٰ إِلَىٰ عَبْدِهِ مَا أَوْحَىٰ ـ مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ ـ أَفَتُمَارُونَهُ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ ـ وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ ـ عِندَ سِدْرَةِ الْمُنتَهَىٰ ـ عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ ـ إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ ـ مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ ـ لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ ـ
Dan, Dia mewahyukan kalam-Nya  ketika ia berada di atas ufuk tertinggi. [*] Kemudian ia, Rasulullah, mendekati Allah, lalu Dia, Allah, kian dekat kepadanya, [*] Maka jadilah ia, seakan-akan, seutas tali dari  dua buah busur, atau lebih dekat lagi. [*] Kemudian Dia mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang telah Dia wahyukan. [*] Hati Rasulullah tidak berdusta apa yang dia lihat [*] Maka, apakah kamu membantah tentang apa yang telah dia lihat? [*] Dan, sesungguhny…

Ulama Pewaris Nabi dan Ulama Seburuk-buruk Makhluk

Sepengetahuan saya, ada dua macam ulama. Ada ulama yang baik dan ada yang buruk. Apa sabda Rasulullah saw mengenai hal itu? Simak ulasan berikut.

Ulama Pewaris Nabi
Hadits1:

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خِدَاشٍ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ، عَنْ قَيْسِ بْنِ كَثِيرٍ، قَالَ قَدِمَ رَجُلٌ مِنَ الْمَدِينَةِ عَلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ وَهُوَ بِدِمَشْقَ فَقَالَ مَا أَقْدَمَكَ يَا أَخِي فَقَالَ حَدِيثٌ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ أَمَا جِئْتَ لِحَاجَةٍ قَالَ لاَ ‏.‏ قَالَ أَمَا قَدِمْتَ لِتِجَارَةٍ قَالَ لاَ ‏.‏ قَالَ مَا جِئْتَ إِلاَّ فِي طَلَبِ هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏

ـ"‏ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِ…

Cara Memelihara Hamster

Gambar
Berdasarkan teori dan pengalaman memelihara hamster selama setahun (Januari-Desember 2016). Maka saya mendapatkan beberapa fakta dan opini mengenai cara memelihara Hamster.

Intinya adalah:
Hamster adalah mahluk hidup. Dia butuh makan dan minum secara teratur. Dia butuh kasih sayang. Jangan memainkan hamster secara berlebihan. Ingat! Hamster itu bukan mainan. Jangan memainkannya seperti mainan biasa. Hamster itu makhluk hidup. Perlakukan Hamster dengan semestinya. Jika perlakuan kita kasar, maka Hamster bisa marah dan menggigit kita hingga berdarah-darah. Hamster itu hewan lucu. Tapi dia itu kanibal. Dia bisa melukai saudaranya sendiri sampai mati. atau bahkan memakan bayinya/bayi yang lain. Memelihara hamster itu harus kuat mental. OK. Sekarang  saya akan menjelaskan bagaimana cara memelihara hamster berdasarkan poin-poin pentingnya.




A. Kandang
Alas kandang hendaknya rapat karena idealnya, hamster diberikan dasar kamdang berupa pasir kering (usahakan pasir Zeolit) Gunanya adalah untuk …

Doa Memasuki Tahun Baru

Tahun baru bisanya memberikan kegembiraan tersendiri bagi yang merayakannya. Rasulullah saw pun ikut bergembira apabila masuk tahun baru atau bulan baru. Dalam satu riwayat dikisahkan:

كان أصحابُ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يتعلَّمونَ هذا الدُّعاءَ إذا دخَلَتِ السَّنةُ أوِ الشَّهرُ اللَّهمَّ أدخِلْه علينا بالأمنِ والإيمانِ والسَّلامةِ والإسلامِ ورِضوانٍ مِن الرَّحمنِ وجوازٍ مِن الشَّيطانِ

الراوي : عبد الله بن هشام | المحدث : الطبراني | المصدر : المعجم الأوسط
الصفحة أو الرقم: 6/221 | خلاصة حكم المحدث : لا يروى هذا الحديث عن عبد الله بن هشام إلا بهذا الإسناد تفرد به رشدين بن سعد
Artinya: Dari Abdullah ibnu Hisyam bahwasannya para sahabat Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam mempelajari doa ini ketika masuk tahun baru atau bulan baru:

اَللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَرِضْوَانٍ مِّنَ الرَّحْمَنِ وَجِوَازٍ مِّنَ الشَّيْطَانِ
Allahumma adkhilhu 'alainaa bil-amni wal iimaani wassalaamati wal-islaami wa ridhwaani minarrohmaan…

Jayalah Indonesia

Gambar
(Syair Karya: Hadhrat Mirza Tahir Ahmad r.a.)

Wahai Indonesia Raya!
Jayalah Indonesia,
Padamu dahulu terdapat banyak mata yang tulus dan banyak mencucurkan air mata
Yaitu mereka orang-orang yang memperoleh manfaat dari Rahmat Ali
Kini pun banyak terdapat orang-orang yang seperti itu
Orang-orang arif yang rendah hati tetapi memiliki ketulusan tinggi
Orang-orang yang telah dianugerahi nur
Mereka itu menjadi hamba-hamba Allah yang tidak memiliki riya lagi
Dia sang fakir (Rahmat Ali) yang dimatanya dahulu tampil nur Mustafa Saw.

Wahai Indonesia Raya,
Jayalah Indonesia!
Dia (Rahmat Ali) adalah utusan Sang Ibrahim Zaman ini
Yaitu Ibrahim yang menguasai api
Hamba itu (Rahmat Ali) berasal dari rumahnya sedangkan api
adalah hamba Sang Majikan
Api telah membakar sekian banyak rumah tatkala lidah api mencapai kediamannya
Maka api menjadi dingin padam dan telah menjadi tumpukan debu diatas api itu sendiri

Wahai Indonesia Raya,
Jayalah Indonesia!
Dari tanah negerimu ini telah bangkit para wali se…

Menghapus Shortcut Aplikasi Chromium di Linux

Gambar
Jika anda memakai Linux dengan Desktop jenis XFCE, maka ketika menghapus aplikasi Browser Chromium atau Google Chrome maka akan terseisa shortcut aplikasi-aplikasi Chrome.

Cara menghapusnya adalah dengan menghapus beberapa aplikasi yang ada di folder  ~/.local/share/applications

Mudah-mudahan bermanfaat.